Modul Multimedia. Memadukan Audio dan Video Menggunakan Software Adobe Premiere

Suara atau audio yang telah diedit selanjutnya disatukan dan disinkronkan dengan gerakan gambar yang ada di video. Proses memadukan video dilakukan degan software yang berbeda dari proses mengedit audio, yaitu Adobe Premiere. Proses ini dilakukan dengan teliti dan hati-hati agar suara dan gerakan gambar sesuai sehingga dihasilkan video berkualitas baik.


Proses Editing

Editing merupakan proses kerja yang dilakukan oleh seorang editor. Proses editing, yaitu sebuah proses memotong dan menggabungkan gambar-gambar atau klip-klip video beserta file audio. Hasil yang di dapat adalah sebuah cerita yang utuh dan dapat dipahami oleh siapapun yang menontonnya. 

Pada konteks penggunaan Adobe Premiere, editing video merupakan proses mengedit suatu video agar sesuai dengan konsep yang telah ditentukan sebelumnya pada awal. Selama proses perekaman video, tidak semua akan mendapatkan hasil yang baik karena terdapat berbagai hambatan dan gangguan tertentu. Pada kondisi seperti itu, kehadiran editor sangat diperlukan. Editor akan melakukan proses editing dengan memotong hambatan dan gangguan yang terjadi pada proses perekaman video.

a. Jenis-Jenis Editing

Editing berdasarkan prosesnya dibagi menjadi dua kategori, yaitu offline editing dan online editing.

1. Offline Editing

Offline editing adalah proses memotong gambar dalam bentuk kasar (cut to cut), menambah backsound, ataupun menambahkan voice over (VO).

2. Online Editing

Online editing adalah tahap lanjutan dari offline editing, potongan-potongan gambar yang masih kasar diperhalus dan disempurnakan. Cara yang digunakan memperhalus dan menyempurnakannya adalah dengan memberi efek-efek tertentu. Selain itu, pada tahap ini juga dilakukan penyempurnaan audio yang masih kasar dan melakukan sinkronisasi agar didapatkan hasil video yang berkualitas. Proses online editing sangat penting karena proses ini menentukan kualitas tayangan visual yang dibuat.

b. Proses Pemotongan Klip

File klip hasil perekaman gambar yang telah dipindahkan ke dalam komputer, kemudian di-import ke dalam Adobe Premiere. File klip ini masih berupa potongan-potongan kasar hasil perekaman gambar original yang harus dipotong sesuai dengan konsep cerita atau storyboard.

Pada dasarnya, proses pemotongan klip (trimming) adalah menentukan posisi in point dan out point dalam sebuah potongan klip. Selanjutnya, hasil trim (potongan) tersebut disusun pada timeline sehingga tergabung dengan hasil trim (potongan) dari klip-klip lainnya hingga tersusun menjadi sebuah cerita.

Berikut adalah langkah-langkah dalam melakukan trimming (pemotongan klip).

1. Klik klip yang akan diedit sebanyak dua kali pada Project Window. Klip tersebut akan terlihat secara otomatis pada Source Code.

2. Mainkan terlebih dahulu klip tersebut dengan menekan tombol play pada Source Monitor. Hal ini bertujuan untuk memeriksa bagian yang akan dibuang dan bagian yang akan digunakan dalam klip tersebut.

3. Geser time slider pada posisi waktu yang diinginkan dan klik tombol Mark In untuk menandai awal trimming.

4. Geser kembali time slider pada posisi waktu berikutnya dan klik tombol Mark Out untuk menandai akhir trimming.

5. Drag and Drop (klik kanan, dan letakkan) hasil trimming ke Timeline Window pada track yang diinginkan.

Gambar 1. Tampilan proses Trimming pada Adobe Premiere

c. Mixing / Dissolving

Proses meletakkan klip ke dalam Timeline Window dapat dilakukan langsung pada Project Window. Jika tidak diperlukan proses trimming dapat dilakukan dengan cara, klik kanan pada klip yang diinginkan lalu pilih Insert. Posisi klip akan menempati track video yang sedang aktif  pada Timeline Window dan posisi audio track secara otomatis akan mengikuti.

Penyusunan klip pada Timeline Window dilaksanakan dengan melakukan drag klip yang ingin digunakan ke dalam Timeline Window. Selanjutnya, klip diletakkan pada track video tertentu yang masih kosong. 

Selanjutnya adalah pemberian efek transisi, dimana efek transisi berfungsi memperhalus perpindahan gambar dari klip satu ke klip berikutnya. Penggunaan efek Video Transition dapat dilakukan sesuai dengan keinginan dan ide kreatif setiap editor. Berikut adalah contoh penggunaan efek transisi Cross Dissolve.

Gambar 2. Tampilan Efek Transition pada Adobe Premiere

Cara menggunakan efek transisi Cross Dissolve, yaitu hanya dengan meletakkan efek tersebut pada bagian sisi klip baik di bagian sisi awal maupun sisi akhir klip. Adakalanya, sebuah klip hanya akan digunakan gambarnya saja, tanpa menyertakan audio yang dimiliki. Proses pemisahan gambar dan audio dapat dilakukan dengan cara klik kanan pada klip yang dimaksud pada Timeline Window. Selanjutnya pilih Unlink, gambar dan audio dari klip tersebut akan terpisah. 

d. Fade

Fade adalah proses memudar sesuatu hingga tak terlihat lagi. Dalam dunia editing video, Fade digunakan untuk mengawali atau mengakhiri sebuah tayangan atau tampilan. Posisi Fade pada awal klip disebut sebagai Fade In. Sementara itu, posisi Fade pada akhir klip disebut sebagai Fade Out.

Penggunaan Fade lebih kepada sesuatu yang diakhiri. Bahkan dalam beberapa pemutaran video, Fade Out menjadi penutup cerita pada video atau film. Penggunaan Fade tidak hanya pada gambar klip melainkan juga dapat digunakan untuk file audio sehingga audio terasa halus ketika dimulai maupun diakhiri.

Fade dapat dibuat melalui jendela Effect Controls, dengan menurunkan nilai opacity pada keyframe tertentu di ujung klip video. Sementara itu untuk audio, Fade dapat dibuat dengan menurunkan nilai level pada keyframe tertentu diujung wavefrom. Penggunaan Fade pada posisi track yang bertumpuk akan mengakibatkan sebuah transisi layaknya menggunakan efek Video Transition Dross Dissolve.


Memadukan Audio dan Video (Mixing)

Secara oiginal, setiap klip video yang diletakkan pada Timeline Window selalu melekat antara track video dan audionya. Oleh karena itu, perlu dilakukan pemisahan atau dalam bahasa perintah pada Adobe Premiere adalah Unlink

Pemisahan antara video dan audio dilakukan jika diperlukan saja. Hal ini dilakukan hanya untuk mempermudah proses memadukan audio dan video atau yang disebut dengan sinkronisasi. Terpisahnya audio dan videonya memungkinkan kita untuk melakukan sinkronisasi suara dari beberapa efek suara (sound effect) serta suara latar. Hal ini dapat menambah dramatis video hasil editing. Penambahan efek suara harus sesuai dengan tema maupun gerakan dalam klip tersebut.

Pada satu klip video dapat digunakan beberapa efek suara yang berbeda secara bersamaan. Hal ini sangat dimungkinkan karena disamping menambah tebal suara yang dihasilkan, juga menambah dramatis video yang dibuat. Adakalanya sinkronisasi dilakukan dengan sangat mendetail, yaitu gambar video yang saling bertransisi dan diikuti oleh perpindahan suara antara kedua klip yang berbeda dengan audionya masing-masing.



0 Response to "Modul Multimedia. Memadukan Audio dan Video Menggunakan Software Adobe Premiere"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel