Informatika: Pernyataan dan Logika Proporsisi

3. Konsep Algoritme

Algoritme merupakan serangakaian proses atau aturan yang disusun dan diurutkan secara sistematis dan logis untuk menyelesaikan permasalahan. Istilah logis atau logika berasal dari kata logos yang berarti hasil pemikiran yang disampaikan dalam kata-kata, tulisan maupun verbal, yang identic dengan akal dan dapat diterima secara ilmiah. Berbekal algoritme yang sesuai kebutuhan, efektif, dan cepat, sekarang mulai berkembang beragam teknologi baru separti AI (Artificial Intellegence), sistem pakar, data mining, dan lainnya. Keberhasilan logika yang dibangun dalam algoritme sangat dipengaruhi oleh cara kerja otak kanan dan kiri saat melakukan proses penalaran.

B. Pernyataan dan Logika Proposisi


1. Definisi Proporsisi

Dalam pembelajaran logika, Anda akan dituntun untuk berpikir secara rasional dan logis. Sama halnya dengan sistem komputasi, yang selalu menghasilkan nilai benar/true (1) dan salah/false (0). Pernyataan dapat ditulis dalam sebuah kalimat, tetapi juga dapat dalam bentuk notasi/simbolik yang memberikan pernyataan benar atau salah.

Salah satu jenis pernyataan yang dapat dijadikan acuan dalam komputasi adalah proposisi, yang mengandung pengertian metode untuk menyatakan sesuatu secara utuh sehingga dapat dinilai apakah pernyataan tersebut benar, salah, disetujui, ditolak, diterima, atau disangkal validitasnya. Dalam pernyataan, logika proposisi dapat diidentifikasi berdasarkan empat elemen penting, yaitu sebagai berikut:

a. Subjek merupakan konsep yang menjadi actor utama dalam pernyataan, meliputi benda, objek tempat, kejadian, orang, peralatan, dan lainnya.

b. Predikat adalah istilah perlakuan atau tindakan yang dilakukan atau dikenakan pada subjek.

c. Kopula merupakan kata kerja (verba) yang menjadi penghubung antara subjek dan predikat dalam sebuah pernyataan.

d. Kuator merupakan bagian dari pernyataan yang penulisnya disesuaikan dengan kebutuhan, dengan tujuan untuk mengubah frasa pernyataan umum menjadi tertutup dalam rangka mempertegas makna yang disampaikan.

Berikut adalah beberapa contoh pernyataan proporsisi yang dinyatakan dalam bentuk kalimat ataupun secara matematis.
- Universitas Pendidikan Indonesia adalah salah satu Perguruan Tinggi Negeri di bawah Kemdikbud.
- Setiap angka dikalikan nol akan menghasilkan nol.
- 12 + 5 = 17.

Contoh pernyataan yang tidak termasuk dalam kategori proporsisi adalah.
- Apakah SMK Pembangunan Bandung Barat terakreditasi A?
- 4x + y = 34
- Dilarang membawa makanan ke dalam laboratorium.


2. Aspek Penggunaan dalam Proporsisi

a. Aspek bentuk
1) Proporsisi tunggal adalah jenis pernyataan logika yang hanya terdiri atas satu subjek dan satu predikat atau dikenal dengan kalimat tunggal.
2) Proporsisi majemuk merupakan jenis pernyataan yang memiliki dua predikat dalam penulisannya atau gabungan dari dua pernyataan tunggal proporsisi.

b. Aspek sifat
1) Kategorial; merupakan jenis sifat dalam pernyataan proporsisi yang memiliki nilai pembenaran atau penolakan (ingkar) secara mutlak tanpa syarat apa pun.
2) Kondisional; merupakan pernyataan proporsisi yang nilai kebenarannya memiliki syarat penentu.

c. Aspek luas
1) Universal; merupakan pernyataan yang menjelaskan kondisi secara menyeluruh atau bagian tertentu.
2) Particular; merupakan teknik dalam menyampaikan sebagian pernyataan dalam seluruh aspek kebenaran, biasanya ditandai dengan kata sebagian, tidak semua, beberapa, dan kebanyakan.
3) Singular; merupakan teknik penyampaian logika dalam sebuah pernyataan dengan satu aspek saja.

d. Aspek kualitas dan kuantitas
1) Proporsisi positif atau afirmatif; adalah jenis pernyataan proporsisi dengan nilai predikatnya akan menjadi pembenaran subjek yang dinyatakan. Contoh: semua computer adalah perangkat elektronik.
2) Proporsisi negative; adalah jenis proporsisi dengan predikatnya mengandung nilai yang tidak mendukung atau menyalahkan subjek.

0 Response to "Informatika: Pernyataan dan Logika Proporsisi"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel