Modul Multimedia. Dasar Desain Grafis. Teknologi Scanning


Teknologi Scanning

Scanning memiliki arti membaca, memindai secara seksama fisik, wujud, dan tampilan sebuah benda. Teknologi scanning pada sisi kesehatan sering dimanfaatkan untuk mengetahui kondisi tubuh pasien, misalnya jantung, otak, ginjal, dan saraf. Output yang dihasilkan adalah cetakan pada media kertas yang menampilkan keadaan fisik bagian tubuh manusia. Sistem scanning juga sering dijumpai pada minimarket, swalayan, dan mal. Sistem ini dimanfaatkan untuk membaca kode barang yang dijual melalui barcode yang tertera pada produk tersebut.

Alat untuk melakukan scanning disebut scanner. Scanning merupakan kata kerja, sedangkan scanner merupakan kata benda yang berarti alat pembaca atau alat pemindai. Pada dunia desain grafis, scanner dapat berfungsi sebagai pemindai atau pembaca halaman yang tercetak pada kertas, kain, atau media lainnya kemudian diubah menjadi file digital.

Cara kerja scanner hampir sama dengan mesin fotokopi. Bahan atau media yang berada di atas kaca transparan akan disinari oleh alat pemindai. Berikut cara kerja scanner ketika gambar yang dicetak pada media kertas diletakkan pada mesin scanner.

1. Letakkan media kertas pada permukaan kaca pemindai. Saat proses pindai berjalan, cover penutup harus dalam kondisi menutupi media yang akan dipindai, agar hasilnya maksimal.
2. Dimensi gambar yang dipindai harus disesuaikan dengan dimensi kaca pemindai, karena jarak dan lebar pemindai bergerak sesuai lebar dan panjang kaca tersebut.
3. Komputer akan mengukur ukuran kertas yang dipindai sesuai dengan kapasitas scanner. Saat scanner menerima instruksi scanning dari komputer, motor stepper akan menggerakan scan head mulai dari titik awal sampai sisi akhir kaca pemindai.
4. Bersamaan dengan gerakan scan head tersebut, akan dipancarkan lampu untuk menyinari permukaan media gambar yang dipindai. Scan head akan menangkap pantulan sinar dari media gambar dengan ketelitian 1/90.000 inchi.
5. Setiap pantulan sinar akan memiliki perbedaan warna, area kosong gambar atau berwarna dasar putih memiliki intensitas pantulan cahaya berbeda dengan media yang memiliki objek gambar. Pantulan cahaya tersebut diperkuat oleh sebuah cermin menuju lensa scanner sensor CCD (Charged Coupled Device) yang berada pada set scan head.
6. Oleh CCD, pantulan sinar tersebut akan diukur intensitas cahayanya, lalu panjang gelombang sinar akan dikonversi menjadi tegangan listrik analog.
7. Oleh ADC (Analog to digital), tegangan listrik analog tersebut dikonversi menjadi data digital yang dikirimkan ke logic board untuk ditransmisikan menuju komputer membentuk sebuah gambar sesuai progress scanning hingga selesai.
8. Oleh komputer, hasil scanning akan disimpan dalam bentuk gambar (jpg, jpeg atau PNG sesuai dengan jenis scanner-nya).

Kamera digital dan scanner, meski memiliki fungsi yang serupa yaitu sama-sama menghasilkan gambar, secara prinsip kerjanya tidak sama. Kamera akan mengambil gambar secara keseluruhan, sedangkan scanner bekerja dengan memindai bagian per bagian, sehingga lebih detail dan teliti. Pada teknologi image scanner, selain dapat memindai gambar, kita juga dapat memindai teks dalam sebuah dokumen. Generasi scanner terbaru sudah dilengkapi dengan OCR (Optical Character Recognition) yang dilengkapi dengan software omni page. Kelebihannya adalah teks dalam dokumen dapat langsung di konversi menjadi teks digital dalam bentuk dokumen digital, misalnya dalam Microsoft Word dengan catatan bahwa teks yang dipindai merupakan teks yang dicetak secara digital menggunakan komputer, bukan hasil tulisan tangan yang mempunyai susunan dan struktur yang tidak konsisten. Jenis sambungan mesin scanner ke komputer dapat dilakukan melalui port serial, parallel, USB,Wifi dan Bluetooth.

0 Response to "Modul Multimedia. Dasar Desain Grafis. Teknologi Scanning"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel