Bulan-Bulan dalam Tahun Masehi


Bulan-Bulan dalam Tahun Masehi

Kalender Masehi atau Kalender Gregorian adalah sistem penanggalan yang paling banyak digunakan di dunia saat ini. Kalender ini berlandaskan peredaran matahari (solar) dan terdiri dari 12 bulan dengan jumlah hari 365 hari dalam satu tahun biasa dan 366 hari pada tahun kabisat.
Daftar Bulan dalam Tahun Masehi

Januari – 31 hari
Bulan pertama dalam kalender Masehi. Nama Januari berasal dari dewa Romawi Janus, yang melambangkan permulaan.

Februari – 28 atau 29 hari
Bulan terpendek dalam setahun. Pada tahun kabisat, Februari memiliki 29 hari.

Maret – 31 hari
Berasal dari nama dewa perang Romawi Mars. Dahulu merupakan awal tahun dalam kalender Romawi kuno.

April – 30 hari
Nama April diyakini berasal dari kata Latin aperire yang berarti “membuka”, melambangkan awal musim semi.

Mei – 31 hari
Dinamai dari dewi Romawi Maia, dewi kesuburan dan pertumbuhan.

Juni – 30 hari
Berasal dari dewi Juno, yang melambangkan pernikahan dan keluarga.

Juli – 31 hari
Dinamai untuk menghormati Julius Caesar, tokoh penting Romawi.

Agustus – 31 hari
Diambil dari nama Augustus Caesar, kaisar Romawi pertama.

September – 30 hari
Berasal dari kata Latin septem yang berarti tujuh, karena dahulu merupakan bulan ketujuh.

Oktober – 31 hari
Dari kata Latin octo yang berarti delapan.

November – 30 hari
Dari kata Latin novem yang berarti sembilan.

Desember – 31 hari
Dari kata Latin decem yang berarti sepuluh.


Tahun Kabisat
Tahun kabisat terjadi setiap 4 tahun sekali, di mana bulan Februari memiliki 29 hari. Hal ini dilakukan untuk menyesuaikan kalender dengan peredaran bumi mengelilingi matahari.

Bulan-bulan dalam tahun Masehi digunakan secara luas dalam kehidupan sehari-hari, baik untuk kegiatan administratif, pendidikan, ekonomi, maupun perencanaan waktu secara global.

Berikut adalah kalender tahun 2026:




0 Response to "Bulan-Bulan dalam Tahun Masehi"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel